This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 23 Agustus 2026

Ketika Karawang Berdenyut: Saat Kirab Budaya Tamansari Menghidupkan Kembali Jiwa Desa


​KARAWANG — Di saat banyak wilayah berlomba-lomba mengejar modernitas tanpa acuh pada akar, Desa Tamansari di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, justru memilih menoleh ke belakang untuk melangkah lebih jauh ke depan.
​Hari Minggu, 23 Agustus 2026, halaman Kantor Desa Tamansari berubah menjadi lautan manusia yang merayakan identitas. Mengusung tema yang sarat makna, "Memelihara Tradisi, Membangun Wiwaha Desa", Kirab Budaya Desa Tamansari sukses menjelma menjadi panggung perayaan kultural yang megah, hangat, dan sarat denyut kerakyatan.
​Arak-Arakan Hasil Bumi dan Panggung Kultural yang Memukau
​Sejak pagi, ribuan warga tampak tumpah ruah memadati rute perarakan. Bukan sekadar berjalan kaki, pawai ini menampilkan karnaval visual yang kaya: mulai dari ragam seni pertunjukan, balutan busana adat nusantara, hingga tandu megah berisi hasil bumi yang melimpah.
​Kemeriahan kian bergemuruh tatkala rangkaian acara memasuki puncaknya. Alunan gamelan dan suara dalang yang memukau dari pementasan seni tradisional Wayang Golek—yang dibawakan oleh Megi Desa Suganda Kumara Sari Kencana Karawang—berhasil menghipnotis penonton dari berbagai generasi. Tua dan muda larut dalam satu panggung, menikmati petuah bijak masa lalu yang dikemas dalam hiburan bernilai tinggi.
​Suara Kepala Desa: Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi
​Kepala Desa Tamansari, Ai Ratnaningsih, di sela-sela acara tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Bagi beliau, kirab budaya ini bukan sekadar agenda seremonial pelengkap kalender desa, melainkan sebuah manifestasi ketahanan sosial dan spiritual warga Tamansari.
​"Menjaga tradisi bukan berarti hidup di masa lalu, melainkan merawat akar agar pohon desa tetap kokoh berdiri menghadapi badai modernisasi," ujar Ai Ratnaningsih penuh filosofis.
​Lebih lanjut, ia merinci bahwa gelaran kolosal ini membawa misi berlapis bagi kemajuan desa, di antaranya:
​Manifestasi Syukur: Menghaturkan doa dan rasa terima kasih atas kesuburan tanah serta berkah alam Tamansari.
​Ruang Rekonsiliasi Sosial: Mempererat ikatan gotong royong dan merajut kembali kebersamaan warga tanpa sekat.
​Laboratorium Karakter Generasi Muda: Menanamkan kecintaan sejarah secara langsung kepada anak-anak muda agar mereka bangga pada identitas lokalnya.
​Katalisator Ekonomi Lokal: Membuka panggung lebar bagi pelaku UMKM dan potensi wisata desa untuk bangkit serta meraup berkah ekonomi secara langsung.
​Di tengah gempuran zaman digital saat ini, apa yang dilakukan Desa Tamansari membuktikan bahwa desa bukanlah entitas yang tertinggal, melainkan penjaga gawang kebudayaan yang tangguh. Tamansari tidak hanya sedang merawat masa lalunya, tetapi sedang menenun masa depannya sendiri dengan benang-benang kebersamaan.
​Bagaimana pandangan Anda melihat geliat desa-desa saat ini dalam merawat tradisi lokal di tengah gempuran modernisasi?

Penulis Ida Maryati

Ketika Karawang Berdenyut: Saat Kirab Budaya Tamansari Menghidupkan Kembali Jiwa Desa



Ketika Karawang Berdenyut: Saat Kirab Budaya Tamansari Menghidupkan Kembali Jiwa Desa
Suara Hati Rakyat my.id.​KARAWANG — Di saat banyak wilayah berlomba-lomba mengejar modernitas tanpa acuh pada akar, Desa Tamansari di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, justru memilih menoleh ke belakang untuk melangkah lebih jauh ke depan.
​Hari Minggu, 23 Agustus 2026, halaman Kantor Desa Tamansari berubah menjadi lautan manusia yang merayakan identitas. Mengusung tema yang sarat makna, "Memelihara Tradisi, Membangun Wiwaha Desa", Kirab Budaya Desa Tamansari sukses menjelma menjadi panggung perayaan kultural yang megah, hangat, dan sarat denyut kerakyatan.
​Arak-Arakan Hasil Bumi dan Panggung Kultural yang Memukau
​Sejak pagi, ribuan warga tampak tumpah ruah memadati rute perarakan. Bukan sekadar berjalan kaki, pawai ini menampilkan karnaval visual yang kaya: mulai dari ragam seni pertunjukan, balutan busana adat nusantara, hingga tandu megah berisi hasil bumi yang melimpah.
​Kemeriahan kian bergemuruh tatkala rangkaian acara memasuki puncaknya. Alunan gamelan dan suara dalang yang memukau dari pementasan seni tradisional Wayang Golek—yang dibawakan oleh Megi Desa Suganda Kumara Sari Kencana Karawang—berhasil menghipnotis penonton dari berbagai generasi. Tua dan muda larut dalam satu panggung, menikmati petuah bijak masa lalu yang dikemas dalam hiburan bernilai tinggi.
Suara Kepala Desa: Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi
​Kepala Desa Tamansari, Ai Ratnaningsih, di sela-sela acara tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Bagi beliau, kirab budaya ini bukan sekadar agenda seremonial pelengkap kalender desa, melainkan sebuah manifestasi ketahanan sosial dan spiritual warga Tamansari.
​"Menjaga tradisi bukan berarti hidup di masa lalu, melainkan merawat akar agar pohon desa tetap kokoh berdiri menghadapi badai modernisasi," ujar Ai Ratnaningsih penuh filosofis.
​Lebih lanjut, ia merinci bahwa gelaran kolosal ini membawa misi berlapis bagi kemajuan desa, di antaranya:
​Manifestasi Syukur: Menghaturkan doa dan rasa terima kasih atas kesuburan tanah serta berkah alam Tamansari.
​Ruang Rekonsiliasi Sosial: Mempererat ikatan gotong royong dan merajut kembali kebersamaan warga tanpa sekat.
​Laboratorium Karakter Generasi Muda: Menanamkan kecintaan sejarah secara langsung kepada anak-anak muda agar mereka bangga pada identitas lokalnya.
​Katalisator Ekonomi Lokal: Membuka panggung lebar bagi pelaku UMKM dan potensi wisata desa untuk bangkit serta meraup berkah ekonomi secara langsung.
​Di tengah gempuran zaman digital saat ini, apa yang dilakukan Desa Tamansari membuktikan bahwa desa bukanlah entitas yang tertinggal, melainkan penjaga gawang kebudayaan yang tangguh. Tamansari tidak hanya sedang merawat masa lalunya, tetapi sedang menenun masa depannya sendiri dengan benang-benang kebersamaan.
​Bagaimana pandangan Anda melihat geliat desa-desa saat ini dalam merawat tradisi lokal di tengah gempuran modernisasi?

Penulis Ida Maryati

Sabtu, 22 Agustus 2026

Pesta Rakyat HUT ke-25 Partai Demokrat: Kolaborasi Pemimpin dan Warga Berbalut Tradisi di Karawang


​Suara Hati Rakyat my.id.KARAWANG — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Lapangan Sepak Bola Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, sukses menarik perhatian ribuan warga. Mengusung tema "Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Menjaga Demokrasi", perhelatan ini dikemas layaknya sebuah pesta rakyat yang hangat, meriah, dan penuh kebersamaan.
​Sejak pagi hari, area lapangan telah dipadati oleh masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara. Kehangatan kian terasa dengan kehadiran para tokoh penting di tengah-tengah warga, seperti anggota DPR RI Cellica Nurrachadiana, anggota DPRD Karawang H. Oma, serta jajaran kepala desa se-Kecamatan Telukjambe Timur.
​Aksi Spektakuler dan Hiburan Khas Tradisional
​Kemeriahan perayaan seperempat abad partai berlambang bintang mercy ini diwarnai dengan berbagai perlombaan tradisional yang menguji kekompakan dan ketangkasan. Mulai dari lomba panjat pinang yang sarat strategi hingga tarik tambang antarwarga.
​Satu momen yang paling mencuri perhatian penonton adalah ketika Cellica Nurrachadiana secara spontan turun langsung ke tengah lapangan untuk ikut berpartisipasi dalam pertandingan tarik tambang. Aksi tanpa sekat ini sontak memicu sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari ribuan warga Desa Sukaluyu yang memberikan dukungan penuh.
​Suasana semakin semarak berkat kehadiran seniman lokal Mis Dakem, yang sukses mengocok perut penonton lewat hiburan khas Sunda. Panitia juga membagikan berbagai macam door prize menarik bagi warga yang beruntung, menjadikan perayaan ini berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat yang hadir.
​Pesona Gotong Royong dan Harapan untuk Karawang
​Di balik keriuhan lomba rakyat, momentum HUT ke-25 ini juga membawa pesan moral yang kuat mengenai pentingnya merajut kebersamaan dan memajukan kesejahteraan lokal. Dalam sambutannya, H. Oma mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
​"Semoga melalui acara rakyat ini, tali silaturahmi kita semakin erat, ekonomi kerakyatan di tingkat desa semakin maju, dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Karawang dapat terus kita tegakkan bersama," ujar H. Oma di hadapan ribuan warga.
​Perhelatan akbar di Telukjambe Timur ini berhasil membuktikan bahwa kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakatnya dapat dibangun melalui ruang-ruang kebersamaan yang hangat—meninggalkan kesan mendalam serta harapan baru untuk kemajuan Karawang ke depan.
​Bagaimana pandangan Anda mengenai kemeriahan pesta rakyat yang melibatkan langsung para tokoh masyarakat di daerah?
Penulis Ida Maryati

Semarak Demokrasi di Dusun Krajan II: Wujud Nyata Aspirasi Warga


​Suara Hati Rakyat my.id.Proses pemilihan perwakilan dusun di Dusun Krajan II, Desa Kondang Jaya berlangsung sukses dan penuh antusiasme. Dalam kontestasi demokratis ini, Saleh Suhendar berhasil unggul dengan perolehan 35 suara, mengesankan atas perolehan Mulyadi yang mendapatkan 14 suara.
​Ajang musyawarah ini melibatkan total 49 pemilik hak suara yang terdiri dari unsur strategis masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh agama, hingga jajaran Muspika Desa Kondang Jaya.
​Usai pemungutan suara, Saleh Suhendar menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tokoh dan panitia Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Seluruh rangkaian acara dilaporkan berjalan secara demokratis, aman, tertib, dan kondusif.
​Ke depannya, ia berharap dapat mengemban amanah ini dengan baik untuk membawa kemajuan signifikan bagi Desa Kondang Jaya serta konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat.

BPK Saleh Suhendar Terpilih Jadi BPD Dusun Krajan II Desa Kondang Jaya dengan 35 Suara


*Karawang, 22 Agustus 2026 - Suara Hati Rakyat.my.id*  
Warga Dusun Krajan II, Desa Kondang Jaya, telah melaksanakan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa atau BPD pada hari ini. Pemilihan berlangsung dengan aman, tertib, dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Dalam pemilihan kali ini terdapat 2 kandidat calon yang maju untuk mewakili suara masyarakat Krajan II:  
1.  Saleh Suhendar  No. Urut 1  
2. Mulyadi No. Urut 2  
Setelah dilakukan pemungutan dan perhitungan suara, dari total 49 suara yang masuk, hasilnya adalah:  
- Saleh Suhendar 35 suara  
-  Mulyadi 14 suara  

Dengan perolehan suara terbanyak,  Saleh Suhendar secara resmi dinyatakan sebagai pemenang dan terpilih menjadi BPD Dusun Krajan II periode mendatang.

Kemenangan ini diharapkan dapat membawa aspirasi warga Krajan II lebih tersampaikan, serta mampu menjalankan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan dusun.

Seluruh proses pemilihan berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari warga karena berlangsung demokratis.
Penulis Ida Maryati


Jumat, 21 Agustus 2026

BPK Saleh Suhendar Terpilih Jadi DPD Dusun Krajan II Desa Kondang Jaya dengan 35 Suara*



*Karawang, 22 Agustus 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id*  
Warga Dusun Krajan II, Desa Kondang Jaya, telah melaksanakan Pemilihan Dewan Perwakilan Dusun atau DPD pada hari ini. Pemilihan berlangsung dengan aman, tertib, dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Dalam pemilihan kali ini terdapat 2 kandidat calon yang maju untuk mewakili suara masyarakat Krajan II:  
1. *BPK Saleh Suhendar* - No. Urut 1  
2. *BPK Mulyadi* - No. Urut 2  

Setelah dilakukan pemungutan dan perhitungan suara, dari total 49 suara yang masuk, hasilnya adalah:  
- *BPK Saleh Suhendar*: 35 suara  
- *BPK Mulyadi*: 14 suara  

Dengan perolehan suara terbanyak, *BPK Saleh Suhendar* secara resmi dinyatakan sebagai pemenang dan terpilih menjadi DPD Dusun Krajan II periode mendatang.

Kemenangan ini diharapkan dapat membawa aspirasi warga Krajan II lebih tersampaikan, serta mampu menjalankan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan dusun.

Seluruh proses pemilihan berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari warga karena berlangsung demokratis.
Penulis Ida Maryati


Pesta Demokrasi Dusun 1 Mulyasari Rampung: Harno dan Asep Siap Emban Mandat Warga

Suara Hati Rakyat my.id.KARAWANG — Pesta demokrasi tingkat akar rumput di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, baru saja menorehkan babak baru. Proses pengisian Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari keterwakilan Dusun 1 rampung digelar dengan sukses, melahirkan dua figur terpilih yang siap mengemban suara warga: Harno dan Asep.
​Pemilihan yang berlangsung demokratis ini melibatkan 66 konstituen dari berbagai elemen sosial—mulai dari tokoh agama, pendidik, petani, hingga unsur masyarakat lainnya. Dari tiga kandidat yang bertarung, Harno (nomor urut 1) sukses memimpin perolehan suara terbanyak dengan 31 dukungan. Disusul oleh Asep (nomor urut 2) di posisi kedua dengan 19 suara, serta Karyanto (nomor urut 3) yang mendulang 16 suara.
​Kemenangan ini sekaligus menandai sahnya mandat masyarakat Dusun 1 kepada Harno dan Asep untuk duduk di kursi lembaga legislatif tingkat desa.
​Menjaga Iklim Demokrasi yang Sehat
​Ketua Panitia Pengisian BPD Mulyasari, Kamaludin, menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya partisipasi serta kondusivitas yang berhasil dijaga bersama. Menurutnya, seluruh kandidat merupakan putra-putra terbaik desa yang memiliki kapasitas dan kepedulian tinggi terhadap kemajuan wilayah.
​“Alhamdulillah, mudah-mudahan ke depan setelah mendapatkan SK secara definitif dari Kabupaten, kita dapat bersama-sama memajukan Desa Mulyasari dan menampung aspirasi masyarakat,” ungkap Kamaludin, yang juga turut terpilih dalam kontestasi tersebut.
​Ia juga menekankan bahwa momentum ini harus menjadi perekat sosial. Perbedaan pilihan selama proses pemilihan diharapkan lebur kembali dalam semangat gotong royong, demi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Mulyasari, Haji Margono.
​Jembatan Aspirasi dari Bawah
​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Panitia Pengisian BPD Mulyasari, Sukamdi, mengingatkan bahwa amanah yang diemban para anggota terpilih bukanlah tugas yang ringan. BPD memegang posisi strategis sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan warga kepada pemerintah desa.
​“Mereka harus benar-benar bisa mewakili masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dari bawah kepada pemerintahan desa,” tegas Sukamdi. Ia juga memastikan seluruh tahapan pemilihan telah berjalan transparan dan merujuk pada regulasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Karawang.
​Kini, dengan rampungnya proses pemungutan suara, Harno dan Asep bersiap menyambut penetapan resmi. Kehadiran keduanya diharapkan mampu membawa angin segar, memperkuat pengawasan partisipatif, serta mempercepat akselerasi pembangunan demi kesejahteraan seluruh warga Desa Mulyasari.
Penulis Ida Maryati

Kamis, 20 Agustus 2026

BRI Tambah 47 Mesin CRM Transaksi Makin Cepat Tanpa Antri

Karawang I Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) terus memperluas jangkauan layanan perbankan bagi masyarakat kali ini BRI menempatkan mesin setor tarik tunai CRM ( Cash Recycling Machine ) yang tersebar dibeberapa titik stategis seperti SPBU Dawuan, SPBU Pasir Mulya, SPBU Ciberes, Toserba Desa mulyasejati Kecamatan Ciampel kemudian Indomart di Wilayah supervisi BRI Cikampek, Alfamart Banyusari, Palumbon, bengle, wanci mekar dan sekitarnya. 


Kepala Cabang BRI Cikampek Riko Adiansyah Sai menyampaikan penempatan mesin- mesin ini bertujuan agar masyarakat/Nasabah lebih mudah melakukan transaksi perbankan harian tanpa harus datang ke kantor unit/cabang BRI. 

Dengan adanya mesin-mesin ini warga masyarakat/nasabah bisa melakukan setor tarik Tunai langsung Rekening, transfer antar rekening BRI dan lainnya. 

kehadiran 47 mesin ini sangat dirasakan manfaatnya terutama didaerah yang jauh dari Kantor Cabang/Unit BRI nasabah tidak perlu lagi antri lama diteller, pelayanan menjadi cepat serta praktis " kami ingin layanan perbankan BRI semakin dekat dan mudah dijangkau semua lapisan masyarakat mesin CRM ini menjadi bukti nyata komitmen kami melayani masyarakat sepenuh hati , mesin mesin ini tersebar dititik-titik strategis. Transaksi dapat dilakukan sendiri, aman serta dapat diakses kapan saja bahkan diluar jam kantor " katanya 

Mesin CRM melengkapi jaringan layanan digital BRI yang sudah ada mulai dari BRimo hingga agen Brilink .

layanan perbankan harus mudah terjangkau oleh semua kalangan dari pelaku UMKM, petani hingga pelajar. Dengan semakin mudahnya layanan kami, semakin besar Juga manfaat nya diwilayah Cikampek dan sekitarnya .

Redaksi 

HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ketum Laskar NKRI Soroti Masih Menjamurnya Praktik Korupsi yang Berdampak pada ‘Kemiskinan Ekstrem’


Suara Hati Rakyat my.id.KARAWANG – Di momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, Ketua Umum DPP LSM Laskar NKRI, H. ME. Suparno menegaskan masih banyaknya ‘Pekerjaan Rumah’ yang menjadi tantangan besar bangsa Indonesia ke depan.

H. ME. Suparno menyingung soal masih menjamurnya praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang berdampak pada kondisi ‘kemiskinan ekstrem’ rakyat Indonesia.

Disampaikannya, sepanjang tahun 2026 hingga Juli/Agustus, tercatat sebanyak 12 kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, termasuk pejabat pusat seperti mantan Sekjen MPR serta tersangka kasus korupsi korporasi negara.

Kondisi ini, kata H. ME. Suparno, jelas menjadi catatan masih belum idealnya tatanan demokrasi dan pemerintahan. Anggaran pemilu yang teramat besar, ternyata belum bisa menghasilkan para pemimpin seperti yang diharapkan masyarakat.
Kita tahu bahwa praktik korupsi akan berdampak kepada seluruh tatanan negara dan masyarakat. Maka perlu adanya pembenahan sistem demokrasi dan pemerintahan di negara ini,” tutur H. ME. Suparno, Rabu (17/8/2026).

Mengacu kepada UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang telah diubah dengan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 (ditetapkan menjadi UU Nomor 16 Tahun 2017), H. ME. Suparno mengingatkan tentang fungsi Ormas atau LSM dalam kondisi bangsa saat ini.

Ia berharap keberadaan Ormas atau LSM saat ini kembali menguatkan ‘khittah perjuangan’ sebagai wadah partisipasi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi, memberdayakan warga, memberikan pelayanan sosial, serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam menjaga persatuan, pembangunan, dan nilai-nilai luhur bangsa.
Kami di sini LSM Laskar NKRI akan selalu berada di garda terdepan dalam menegakkan kebenaran. Kami berharap pemerintah terus melakukan evaluasi diri, agar ‘trust’ masyarakat kembali pulih,” tegasnya.

“Dan di momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun ini, kami masih memiliki optimisme jika Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045. Oleh karenanya, wajib hukumnya bangsa ini mulai bersih-bersih dari praktik korupsi,” tandasnya.

Diketahui, di momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun ini, DPP LSM Laskar NKRI menggelar sejumlah rangkaian kegiatan.

Yaitu dari mulai kegiatan ‘fun run’ pada Sabtu (15/8/2026), bersih-bersih sampah Kota Karawang pada Minggu (16/8/2026), serta terakhir kegiatan berbagai perlombaan kemerdekaan pada Senin (17/8/2026) yang digelar di Sekretariat DPP LSM Laskar NKRI, di Jl. Surotokunto Rawagabus Blok C5 RT 03/07 Kelurahan Adiarsa Timur Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.***
Penulis Ida Maryat

Rabu, 19 Agustus 2026

Kala Sekolah Nyaris Rubuh Ditikam Mangkraknya Proyek: Jeritan SDN Sukaluyu III yang Luput dari Perhatian"


Suara Hati Rakyat my.id.Di tengah deru pembangunan Kabupaten Karawang, sebuah potret kontras tersaji di Dusun Babakan Islam, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur. Alih-alih menghadirkan rasa aman dan semangat belajar bagi ratusan anak bangsa, proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Sukaluyu III justru menjelma menjadi monumen kecemasan: mangkrak, terbengkalai, dan luput dari pengawasan.
​Proyek yang digadang-gadang menjadi angin segar penolong dunia pendidikan ini kini justru menyisakan tanda tanya besar di benak para orang tua murid.
​Proyek Ratusan Juta: Wujudnya Pondasi Asal Jadi, Penampakannya "Hantu" Tanpa Pekerja.
​Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Karawang ini menelan anggaran sebesar Rp284.292.000,00. Dipercaya sebagai kontraktor pelaksana adalah CV. Arkaan Watamaam dengan nomor kontrak 000.3/02/SPK.RKB.01.P12/SARPRASIVI/2026. Sesuai jadwal, proyek berdurasi 90 hari kalender ini harusnya digarap sejak 25 Juni hingga 22 September 2026.
​Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Jangankan rampung, wujud bangunannya saja baru menyentuh tahap pondasi dengan kualitas yang dinilai asal-asalan. Lebih parahnya lagi, tak ada papan gambar kerja, apalagi satu pun pekerja yang menampakkan batang hidungnya. Sunyi, mangkrak, dan dibiarkan terbengkalai selama hampir sebulan penuh.
​"Pekerjaan baru sebatas pondasi dan terkesan asal jadi. Sudah sebulan dibiarkan mangkrak tanpa ada pekerja sama sekali," cetus seorang wali murid dengan nada geram.
​Belajar di Antara Perpustakaan Sempit, Musola, hingga Bayang-Bayang Runtuhnya Atap
​Bagi para siswa dan orang tua, kehadiran ruang kelas baru ini adalah harga mati. Saat ini, SDN Sukaluyu III hanya memiliki 9 ruang kelas yang harus berSesakan menampung 450 siswa—angka yang terpaut jauh dari kebutuhan ideal sebanyak 12 ruang kelas.
​Akibat krisis ruang ini, pemandangan kegiatan belajar mengajar (KBM) berubah menjadi getir:
​Siswa yang tidak kebagian kelas terpaksa mengungsi ke ruang perpustakaan yang sempit dan seadanya.
​Sebagian lainnya harus puas menimba ilmu di dalam musola atau bahkan belajar di luar kelas tanpa fasilitas yang memadai.
​Namun, masalah terbesarnya bukan sekadar kesempitan ruang, melainkan ancaman maut yang mengintai setiap detik. Kepala Sekolah SDN Sukaluyu III dengan terbuka mengakui bahwa kondisi bangunan eksisting sudah berada di ambang bahaya. Kayu penyangga atap sudah lapuk parah, dan setiap kali hujan turun, air dipastikan merangsek masuk ke dalam kelas.
​"Kondisi atap sudah rapuh dan dikhawatirkan runtuh menimpa murid yang sedang belajar," ungkap sang kepala sekolah dengan nada prihatin mendalam.
​Jeritan Orang Tua: "Kenapa Sekolah Darurat Dianaktirikan?"
​Kondisi ini memantik pertanyaan tajam yang mengarah langsung ke meja pemerintah daerah. Mengapa sekolah yang berada di zona darurat justru terkesan dianaktirikan?
​Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melayangkan pengajuan perbaikan mendesak. Namun, realisasi seolah jalan di tempat. Muncul kecurigaan publik mengapa gedung-gedung sekolah yang sejatinya masih layak pakai kerap mendapat guyuran proyek bantuan, sementara sekolah yang nyaris ambruk ini seolah dibiarkan berjuang sendiri.
​"Jika pengajuan kami dianggap tidak benar, silakan dinas terkait maupun Bupati Karawang turun langsung cek kondisi sekolah kami. Saat ini kondisi ruang kelas kami sangat urgen dan butuh perhatian," tegas pihak sekolah.
​Kini, asa terakhir para orang tua dan guru tertuju kepada Dinas Pendidikan, instansi berwenang, serta Bupati Karawang. Mereka mendesak adanya inspeksi mendadak (sidak) lintas instansi secara langsung ke lokasi, sekaligus memberikan sanksi tegas kepada kontraktor nakal. Jangan sampai, asa anak-anak bangsa di SDN Sukaluyu III harus terenggut lebih dulu oleh reruntuhan bangunan akibat kelalaian birokrasi dan pemborong tak bertanggung jawab.
Penulis Ida Maryati

Kala Sekolah Nyaris Rubuh Ditikam Mangkraknya Proyek: Jeritan SDN Sukaluyu III yang Luput dari Perhatian"

Suara Hati Rakyat my.id.Di tengah deru pembangunan Kabupaten Karawang, sebuah potret kontras tersaji di Dusun Babakan Islam, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur. Alih-alih menghadirkan rasa aman dan semangat belajar bagi ratusan anak bangsa, proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Sukaluyu III justru menjelma menjadi monumen kecemasan: mangkrak, terbengkalai, dan luput dari pengawasan.
​Proyek yang digadang-gadang menjadi angin segar penolong dunia pendidikan ini kini justru menyisakan tanda tanya besar di benak para orang tua murid.
​Proyek Ratusan Juta: Wujudnya Pondasi Asal Jadi, Penampakannya "Hantu" Tanpa Pekerja
​Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Karawang ini menelan anggaran sebesar Rp284.292.000,00. Dipercaya sebagai kontraktor pelaksana adalah CV. Arkaan Watamaam dengan nomor kontrak 000.3/02/SPK.RKB.01.P12/SARPRASIVI/2026. Sesuai jadwal, proyek berdurasi 90 hari kalender ini harusnya digarap sejak 25 Juni hingga 22 September 2026.
​Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Jangankan rampung, wujud bangunannya saja baru menyentuh tahap pondasi dengan kualitas yang dinilai asal-asalan. Lebih parahnya lagi, tak ada papan gambar kerja, apalagi satu pun pekerja yang menampakkan batang hidungnya. Sunyi, mangkrak, dan dibiarkan terbengkalai selama hampir sebulan penuh.
​"Pekerjaan baru sebatas pondasi dan terkesan asal jadi. Sudah sebulan dibiarkan mangkrak tanpa ada pekerja sama sekali," cetus seorang wali murid dengan nada geram.
​Belajar di Antara Perpustakaan Sempit, Musola, hingga Bayang-Bayang Runtuhnya Atap
​Bagi para siswa dan orang tua, kehadiran ruang kelas baru ini adalah harga mati. Saat ini, SDN Sukaluyu III hanya memiliki 9 ruang kelas yang harus berSesakan menampung 450 siswa—angka yang terpaut jauh dari kebutuhan ideal sebanyak 12 ruang kelas.
​Akibat krisis ruang ini, pemandangan kegiatan belajar mengajar (KBM) berubah menjadi getir:
​Siswa yang tidak kebagian kelas terpaksa mengungsi ke ruang perpustakaan yang sempit dan seadanya.
​Sebagian lainnya harus puas menimba ilmu di dalam musola atau bahkan belajar di luar kelas tanpa fasilitas yang memadai.
​Namun, masalah terbesarnya bukan sekadar kesempitan ruang, melainkan ancaman maut yang mengintai setiap detik. Kepala Sekolah SDN Sukaluyu III dengan terbuka mengakui bahwa kondisi bangunan eksisting sudah berada di ambang bahaya. Kayu penyangga atap sudah lapuk parah, dan setiap kali hujan turun, air dipastikan merangsek masuk ke dalam kelas.
​"Kondisi atap sudah rapuh dan dikhawatirkan runtuh menimpa murid yang sedang belajar," ungkap sang kepala sekolah dengan nada prihatin mendalam.
​Jeritan Orang Tua: "Kenapa Sekolah Darurat Dianaktirikan?"
​Kondisi ini memantik pertanyaan tajam yang mengarah langsung ke meja pemerintah daerah. Mengapa sekolah yang berada di zona darurat justru terkesan dianaktirikan?
​Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melayangkan pengajuan perbaikan mendesak. Namun, realisasi seolah jalan di tempat. Muncul kecurigaan publik mengapa gedung-gedung sekolah yang sejatinya masih layak pakai kerap mendapat guyuran proyek bantuan, sementara sekolah yang nyaris ambruk ini seolah dibiarkan berjuang sendiri.
​"Jika pengajuan kami dianggap tidak benar, silakan dinas terkait maupun Bupati Karawang turun langsung cek kondisi sekolah kami. Saat ini kondisi ruang kelas kami sangat urgen dan butuh perhatian," tegas pihak sekolah.
​Kini, asa terakhir para orang tua dan guru tertuju kepada Dinas Pendidikan, instansi berwenang, serta Bupati Karawang. Mereka mendesak adanya inspeksi mendadak (sidak) lintas instansi secara langsung ke lokasi, sekaligus memberikan sanksi tegas kepada kontraktor nakal. Jangan sampai, asa anak-anak bangsa di SDN Sukaluyu III harus terenggut lebih dulu oleh reruntuhan bangunan akibat kelalaian birokrasi dan pemborong tak bertanggung jawab.
Penulis Ida Maryati

Minggu, 16 Agustus 2026

Lagu Potret yang menggambarkan Baktinya seorang anak untuk orang tuanya.

Karawang, 16 Agustus 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id Suasana haru dan hangat mewarnai salah satu sesi hiburan dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-81. Antusiasme anak-anak begitu luar biasa saat membawakan lagu berjudul "Potres". 

Lagu ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan moral yang mendalam. Melalui liriknya, "Potres" mengajarkan pentingnya kehadiran seorang anak untuk kedua orang tua yang masih ada di tengah-tengah kita.

"Se-sibuk-sibuknya kita sebagai anak, senantiasa haruslah menyempatkan diri untuk menjenguk orang tua kita jika beliau masih ada. Jangan sampai terlambat sebelum kalian menyesal hanya menemukan batu nisannya saja," begitu pesan yang disampaikan dalam acara tersebut.

Para orang tua dan warga yang hadir tampak tersentuh. Banyak yang menitikkan air mata karena tersadar akan pentingnya berbakti selagi orang tua masih hidup.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter anak-anak agar menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga santun dan selalu berbakti kepada kedua orang tua.

Penulis Ida Maryati

Pesta Merdeka Yang Di Meriahkan Oleh Perum Griya Permata Residence Desa Sukasari Kecamatan Purwasari Karawang.




Karawang, 16 Agustus 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di Perumahan Griya Permata Residence, Desa Sukasari RT 08/RW 03, Kecamatan Purwasari. Warga antusias mengikuti rangkaian "Pesta Merdeka" dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Puncak acara hari ini diisi dengan Lomba Karaoke antar warga. Suasana meriah dan penuh kekompakan terlihat sejak pagi. Para peserta dengan semangat membawakan lagu-lagu perjuangan hingga lagu populer, disambut tepuk tangan dan sorak gembira warga yang hadir.

Panitia kegiatan menyampaikan bahwa kemeriahan belum berhenti di sini. Untuk esok hari akan dilanjutkan dengan Karnaval dan berbagai lomba anak-anak. Sementara itu, di malam harinya akan digelar hiburan rakyat khusus untuk warga Perum Griya Permata Residence.

Antusiasme warga yang tinggi menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan dan nasionalisme di lingkungan perumahan. Diharapkan rangkaian kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antar warga sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Penulis Ida Maryati

Jumat, 14 Agustus 2026

Menguak Tabir Buta Aksara Al-Qur'an: LPQQ Karawang Kobarkan Gerakan Nasional di Aula Husni Hamid

​Suara Hati Rakyat my.id.KARAWANG — Langkah strategis dan masif digulirkan untuk mengikis buta aksara Al-Qur'an di tanah air. Lembaga Pembelajaran Al-Qur'an (LPQQ) resmi menggelar Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an dengan mengusung tema yang sarat makna: "Yang Beriman Harus Bisa Membaca Al-Qur'an".
​Konsolidasi akbar ini dihadiri oleh perwakilan dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang. Berlangsung di Aula Husni Hamid, Komplek Pemkab Karawang, Sabtu (15/8/2026), forum ini menjadi momentum konsolidasi kekuatan literasi keagamaan dari tingkat kabupaten hingga akar rumput.
​Kegelisahan di Balik Angka 65 Persen
​Di balik gegap gempita acara, terselip data yang memantik keprihatinan mendalam. Berdasarkan survei Kementerian Agama, sekitar 65 persen umat Islam di Indonesia masih menghadapi kendala dalam membaca Al-Qur'an.
​Hj. Uun, perwakilan pengurus LPQQ DPC Rengasdengklok, menjelaskan bahwa program ini dirancang inklusif tanpa batasan usia, menyasar remaja, lansia, hingga masyarakat umum yang belum mengenal huruf hijaiyah.
​"Peserta yang hadir di sini mayoritas adalah para guru ngaji. Mereka adalah garda terdepan yang akan mentransfer ilmu kepada masyarakat. Di wilayah masing-masing, mereka telah membentuk kelompok-kelompok belajar," ujar Hj. Uun kepada awak media di lokasi kegiatan.
​Gerakan ini kian istimewa berkat kehadiran metode cepat baca Al-Qur'an hasil inovasi putra daerah Karawang asal Rawamerta, Kiai Mas'ud. Metode yang diklaim sangat praktis ini memungkinkan pemula—bahkan anak-anak—mampu membaca Al-Qur'an hanya dalam hitungan minggu. Hebatnya, metode lokal tersebut kini telah menasional dan merambah ke berbagai pelosok nusantara hingga tanah Papua.
​Dakwah Menyentuh Lapas dan Kaum Marjinal
​Gerakan LPQQ tidak sebatas berputar di ruang kelas formal. Melalui program Training of Trainer (TOT) bagi para mualimu alim (pengajar), metode ini disebarluaskan secara luas, termasuk menjangkau warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas).
​"Pelatihan ini juga menyasar narapidana, baik pria maupun wanita di lapas. Antusiasmenya luar biasa, seperti yang sudah dibuktikan di Bandung," ungkap Hj. Uun.
​Dengan kekuatan jaringan penggerak yang melibatkan lebih dari 2.000 orang di Karawang, LPQQ optimistis dapat menekan angka buta aksara Al-Qur'an secara signifikan.
​"Jika kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Ini adalah ikhtiar mulia untuk membumikan kalam Illahi," tambahnya di hadapan ratusan peserta dari berbagai kecamatan, seperti Rengasdengklok dan Klari.
​Catatan Redaksi:
Di balik kesuksesan agenda besar ini, sempat terjadi dinamika di lapangan terkait insiden miskomunikasi antara Ketua Panitia, Tatang, dengan awak media. Ketua panitia sempat melontarkan pernyataan bernada keberatan atas kehadiran media dari luar.
​Redaksi menyayangkan sikap tersebut. Pers adalah pilar demokrasi dan mitra strategis yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kehadiran jurnalis di lokasi murni untuk menjalankan tugas jurnalistik: mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi secara objektif dan transparan kepada publik sesuai dengan kode etik. Publikasi media justru menjadi kunci agar syiar dan gaung positif dari gerakan sosial keagamaan ini dapat diketahui dan didukung oleh masyarakat luas.
Penulis Ida Maryati Menguak Tabir Buta Aksara Al-Qur'an: LPQQ Karawang Kobarkan Gerakan Nasional di Aula Husni Hamid
​KARAWANG — Langkah strategis dan masif digulirkan untuk mengikis buta aksara Al-Qur'an di tanah air. Lembaga Pembelajaran Al-Qur'an (LPQQ) resmi menggelar Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an dengan mengusung tema yang sarat makna: "Yang Beriman Harus Bisa Membaca Al-Qur'an".
​Konsolidasi akbar ini dihadiri oleh perwakilan dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang. Berlangsung di Aula Husni Hamid, Komplek Pemkab Karawang, Sabtu (15/8/2026), forum ini menjadi momentum konsolidasi kekuatan literasi keagamaan dari tingkat kabupaten hingga akar rumput.
​Kegelisahan di Balik Angka 65 Persen
​Di balik gegap gempita acara, terselip data yang memantik keprihatinan mendalam. Berdasarkan survei Kementerian Agama, sekitar 65 persen umat Islam di Indonesia masih menghadapi kendala dalam membaca Al-Qur'an.
​Hj. Uun, perwakilan pengurus LPQQ DPC Rengasdengklok, menjelaskan bahwa program ini dirancang inklusif tanpa batasan usia, menyasar remaja, lansia, hingga masyarakat umum yang belum mengenal huruf hijaiyah.
​"Peserta yang hadir di sini mayoritas adalah para guru ngaji. Mereka adalah garda terdepan yang akan mentransfer ilmu kepada masyarakat. Di wilayah masing-masing, mereka telah membentuk kelompok-kelompok belajar," ujar Hj. Uun kepada awak media di lokasi kegiatan.
​Gerakan ini kian istimewa berkat kehadiran metode cepat baca Al-Qur'an hasil inovasi putra daerah Karawang asal Rawamerta, Kiai Mas'ud. Metode yang diklaim sangat praktis ini memungkinkan pemula—bahkan anak-anak—mampu membaca Al-Qur'an hanya dalam hitungan minggu. Hebatnya, metode lokal tersebut kini telah menasional dan merambah ke berbagai pelosok nusantara hingga tanah Papua.
​Dakwah Menyentuh Lapas dan Kaum Marjinal
​Gerakan LPQQ tidak sebatas berputar di ruang kelas formal. Melalui program Training of Trainer (TOT) bagi para mualimu alim (pengajar), metode ini disebarluaskan secara luas, termasuk menjangkau warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas).
​"Pelatihan ini juga menyasar narapidana, baik pria maupun wanita di lapas. Antusiasmenya luar biasa, seperti yang sudah dibuktikan di Bandung," ungkap Hj. Uun.
​Dengan kekuatan jaringan penggerak yang melibatkan lebih dari 2.000 orang di Karawang, LPQQ optimistis dapat menekan angka buta aksara Al-Qur'an secara signifikan.
​"Jika kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Ini adalah ikhtiar mulia untuk membumikan kalam Illahi," tambahnya di hadapan ratusan peserta dari berbagai kecamatan, seperti Rengasdengklok dan Klari.
​Catatan Redaksi:
Di balik kesuksesan agenda besar ini, sempat terjadi dinamika di lapangan terkait insiden miskomunikasi antara Ketua Panitia, Tatang, dengan awak media. Ketua panitia sempat melontarkan pernyataan bernada keberatan atas kehadiran media dari luar.
​Redaksi menyayangkan sikap tersebut. Pers adalah pilar demokrasi dan mitra strategis yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kehadiran jurnalis di lokasi murni untuk menjalankan tugas jurnalistik: mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi secara objektif dan transparan kepada publik sesuai dengan kode etik. Publikasi media justru menjadi kunci agar syiar dan gaung positif dari gerakan sosial keagamaan ini dapat diketahui dan didukung oleh masyarakat luas.
Penulis Ida Maryati

Gelora Merah Putih di Karawang: Ribuan Massa Laskar NKRI Tumpah Ruah dalam Fun Run HUT RI ke-81


Suara Hati Rakyat KARAWANG — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Karawang menorehkan catatan sejarah tersendiri. Mengusung semangat kebersamaan, persatuan, dan gaya hidup sehat, ormas Laskar NKRI sukses menggelar acara Fun Run yang meriah, energetik, dan penuh kekeluargaan.

​Kegiatan yang memantik antusiasme ribuan peserta ini semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting daerah, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, S.H., serta Ketua Umum Laskar NKRI, H. M. E. Suparno, yang datang membersamai jajaran pengurus dan seluruh anggota Laskar NKRI dari berbagai penjuru.

​Semangat Kebangsaan dan Solidaritas Tanpa Batas
​Sejak pagi buta, gelombang warna merah dan putih tumpah ruah di lokasi acara. Gelak tawa, yel-yel penyemangat, dan derap langkah kaki para pelari berpadu menciptakan atmosfer nasionalisme yang kental.

​Dalam sambutannya, Ketua Umum Laskar NKRI, H. M. E. Suparno, menyampaikan pesan mendalam mengenai arti kemerdekaan di usia yang ke-81 tahun ini.
​"Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana kita hari ini merawat persatuan, menjaga keutuhan NKRI, dan terus bergerak progresif membangun bangsa mulai dari akar rumput. Laskar NKRI akan selalu hadir di garda terdepan untuk masyarakat," tegas H. M. E. Suparno di hadapan ribuan kader dan warga yang memadati lokasi.

​Senada dengan sang Ketua Umum, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, S.H., turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kreatif yang digagas oleh Laskar NKRI. Beliau menyoroti pentingnya kolaborasi antara elemen masyarakat sipil dan legislatif dalam merawat semangat gotong royong.
​"Kegiatan seperti Fun Run ini tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga merekatkan silaturahmi. 

"Harapan saya, sinergi antara pemuda, masyarakat, dan organisasi seperti Laskar NKRI terus terjaga, sehingga kita bisa bersama-sama mengawal pembangunan daerah yang lebih maju, adil, dan berdaya saing," ungkap Dea Eka Rizaldi penuh semangat.

​Pesta Rakyat: Dangdut Goyang Bersama dan Panen Hadiah
​Tak hanya berolahraga, kemeriahan HUT RI ke-81 ini ditutup dengan hiburan musik dangdut khas Nusantara yang sukses mencairkan suasana. Seluruh anggota Laskar NKRI, tamu undangan, dan masyarakat berjoget bersama dalam kebersamaan yang cair tanpa sekat.

​Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu adalah pembagian door prize spektakuler. Panitia telah menyiapkan berbagai hadiah menarik, mulai dari sepeda gunung yang menjadi rebutan utama, hingga puluhan perabot rumah tangga dan hadiah hiburan lainnya. Suara riuh dan sorak-sorai penonton pecah setiap kali kupon undian dibacakan oleh panitia.

​Melalui perhelatan akbar ini, Laskar NKRI membuktikan bahwa perayaan hari kemerdekaan dapat dikemas secara inovatif, menyatukan kesehatan jasmani, hiburan rakyat, serta penguatan ideologi kebangsaan dalam satu panggung megah kebersamaan.

​Merdeka! Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!
Penulis Ida Maryati

TABUR BUNGA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI VETERAN NASIONAL

Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional, Pengurus Cabang Pemuda Panca Marga  (PPM) Kab Karawang.

Karawang melaksanakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Karawang, bersama para pengurus  LVRI, baik dari LVRI Ranting dan beserta jajaran.

Kegiatan tabur bunga ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan serta veteran yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus untuk terus menjaga semangat kejuangan, jiwa patriotisme, persatuan, dan nilai-nilai luhur perjuangan para pendahulu bangsa.


Tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional.

 Sabtu, 15 Agustus 2026.

TAMAN MAKAM PAHLAWAN, KARAWANG.

*Untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan dan veteran yang telah berjuang untuk bangsa dan negara.

Dilaksanakan melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga yang diikuti jajaran LVRI dan keluarga besar PPM. Di akhiri dengan sesi foto bersama

TANHANA DHARMA MANGRWA*
Ida Maryati

*TABUR BUNGA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI VETERAN NASIONAL**Karawang, 15 Agustus 2026* *Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional, Pengurus Cabang Pemuda Panca Marga (PPM) Kab Karawang.**Karawang melaksanakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.**Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Karawang, bersama para pengurus LVRI, baik dari LVRI Ranting dan beserta jajaran.**Kegiatan tabur bunga ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan serta veteran yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.**Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus untuk terus menjaga semangat kejuangan, jiwa patriotisme, persatuan, dan nilai-nilai luhur perjuangan para pendahulu bangsa.**Tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional.* *Sabtu, 15 Agustus 2026.**TAMAN MAKAM PAHLAWAN, KARAWANG.**Untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan dan veteran yang telah berjuang untuk bangsa dan negara.**Dilaksanakan melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga yang diikuti jajaran LVRI dan keluarga besar PPM.**Di akhiri dengan sesi foto bersama* *TANHANA DHARMA MANGRWA*

*TABUR BUNGA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI VETERAN NASIONAL*
Suara Hati Rakyat my.id
*Karawang, 15 Agustus 2026*  

*Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional, Pengurus Cabang Pemuda Panca Marga  (PPM) Kab Karawang.*

*Karawang melaksanakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.*

*Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Karawang, bersama para pengurus  LVRI, baik dari LVRI Ranting dan beserta jajaran.*

*Kegiatan tabur bunga ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan serta veteran yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.*

*Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus untuk terus menjaga semangat kejuangan, jiwa patriotisme, persatuan, dan nilai-nilai luhur perjuangan para pendahulu bangsa.*


*Tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional.*

 *Sabtu, 15 Agustus 2026.*

*TAMAN MAKAM PAHLAWAN, KARAWANG.*

*Untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan dan veteran yang telah berjuang untuk bangsa dan negara.*

*Dilaksanakan melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga yang diikuti jajaran LVRI dan keluarga besar PPM.*
*Di akhiri dengan sesi foto bersama* 

*TANHANA DHARMA MANGRWA*
Ida Maryati

Bengkel Dadakan di Markas Polisi: Saat Ratusan "Pejuang Jalanan" Karawang Dimanja Servis dan Oli Gratis

Suara Hati Rakyat my.id
Bengkel Dadakan di Markas Polisi: Saat Ratusan "Pejuang Jalanan" Karawang Dimanja Servis dan Oli Gratis
​KARAWANG — Suasana di Markas Polresta Karawang, Jumat, mendadak riuh namun penuh kehangatan. Alih-alih dipenuhi barisan apel siaga yang kaku, halaman kantor korps Bhayangkara ini berubah wujud menjadi bengkel raksasa terbuka. Ratusan pengendara motor tampak antre tertib, menunggu giliran kuda besi mereka disentuh tangan-tangan dingin para mekanik profesional.
​Ya, jajaran Satlantas Polresta Karawang tengah menggelar aksi sosial masif berupa Servis dan Ganti Oli Motor Gratis. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semarak Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia—sebuah perhelatan persatuan yang diterjemahkan kedalam aksi nyata menyentuh langsung kebutuhan rumput bawah.
​Tak sekadar seremoni kepolisian, panggung kebersamaan ini turut dihadiri lengkap oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bupati Karawang, unsur Kejaksaan, Ketua DPRD, hingga Dandim 06/04 Karawang tampak turun gunung, berbaur bersama warga meninjau langsung jalannya program merakyat tersebut.
​Kolaborasi Lintas Sektor, Ojol Senyum Sumringah
​Di balik suksesnya bengkel dadakan ini, terselip sinergi apik antara aparat penegak hukum dan sektor swasta. Polresta Karawang menggandeng dua raksasa industri otomotif, dealer resmi Honda dan Yamaha, untuk memboyong puluhan mekanik andal mereka ke markas polisi.
​Hasilnya langsung terasa di lapangan. Antusiasme publik meledak seketika. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang setiap detik mempertaruhkan nasib di jalanan, berbaris rapi bersama masyarakat umum. Bagi para "pejuang aspal" ini, layanan servis cuma-cuma dan oli baru adalah durian runtuh yang meringankan beban dapur di tengah ketatnya persaingan harian.
​"Negara membuktikan diri hadir bukan cuma lewat pasal dan tilang, tapi juga lewat oli baru yang bikin tarikan motor kami enteng lagi buat cari nafkah," celetuk salah satu pengemudi ojol sumringah.
​Makna di Balik Mesin yang Menyala
​Kapolresta Karawang, Kombes Pol. Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa acara ini sengaja dirancang untuk meruntuhkan sekat antara institusi kepolisian dengan masyarakat. Pihaknya ingin memastikan bahwa kendaraan para pekerja jalanan—yang notabene urat nadi keluarga mereka—tetap dalam kondisi prima.
​“Acara ini digelar untuk mempererat kebersamaan dan merawat semangat kebangsaan melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pejuang jalanan seperti rekan-rekan ojol,” tegas Kombes Pol. Mario.
​Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, Kapolresta berharap gaung Jaga Rawat Jawa Barat tidak berhenti sebagai slogan di atas spanduk. Lebih dari itu, ia menjelma menjadi energi sosial yang kokoh—mengawinkan ketertiban berlalu lintas dengan solidaritas kemanusiaan, langsung dari jantung Karawang untuk Indonesia
Penulis Ida Maryati

Kamis, 13 Agustus 2026

*Rayakan HUT ke-16, Annisa Kirana Ramadhani: Siswi SMA Sekaligus Santri Tahfidz di Karawang* *Karawang, 12 Agustus 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id* Tepat di hari Rabu, 12 Agustus 2026, Annisa Kirana Ramadhani merayakan Hari Ulang Tahunnya. Di usia yang ke-16 ini, doa dan harapan terbaik mengalir untuknya agar selalu diberikan kesehatan, menjadi anak yang sholihah, dan berbakti kepada kedua orang tua. Annisa adalah putri ketujuh dari pasangan Abdullah Cholid dan Ida Maryati. Saat ini ia menempuh pendidikan di bangku SMA kelas 10, sembari menuntut ilmu di Pondok Tahfidz Qur'an yang berada di Desa Ranggon, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat. Kebiasaan Annisa sekolah sambil mondok sudah ia jalani sejak SMP. Dulu ia pernah mondok di daerah Cibadak, Sukabumi. Hingga saat ini ia tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan formalnya sekaligus mondok di Karawang. Dikenal ramah, baik hati, rajin, dan santun, Annisa menjadi kebanggaan keluarga. Semangatnya dalam menghafal Qur'an dan belajar tidak pernah surut. Cita-cita besar Annisa adalah menjadi seorang Dokter. Keluarga dan orang-orang terdekat terus mendoakan agar segala cita-cita Annisa dapat terkabul dan menjadi berkah untuk sesama. --- Mau sekalian aku bikinin versi ucapan singkat buat caption IG/FB + foto, atau versi press release yang lebih formal buat media?


 *Rayakan HUT ke-16, Annisa Kirana Ramadhani: Siswi SMA Sekaligus Santri Tahfidz di Karawang*


*Karawang, 12 Agustus 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id*  

Tepat di hari Rabu, 12 Agustus 2026, Annisa Kirana Ramadhani merayakan Hari Ulang Tahunnya. Di usia yang ke-16 ini, doa dan harapan terbaik mengalir untuknya agar selalu diberikan kesehatan, menjadi anak yang sholihah, dan berbakti kepada kedua orang tua.


Annisa adalah putri ketujuh dari pasangan Abdullah Cholid dan Ida Maryati. Saat ini ia menempuh pendidikan di bangku SMA kelas 10, sembari menuntut ilmu di Pondok Tahfidz Qur'an yang berada di Desa Ranggon, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat.


Kebiasaan Annisa sekolah sambil mondok sudah ia jalani sejak SMP. Dulu ia pernah mondok di daerah Cibadak, Sukabumi. Hingga saat ini ia tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan formalnya sekaligus mondok di Karawang.


Dikenal ramah, baik hati, rajin, dan santun, Annisa menjadi kebanggaan keluarga. Semangatnya dalam menghafal Qur'an dan belajar tidak pernah surut. 


Cita-cita besar Annisa adalah menjadi seorang Dokter. Keluarga dan orang-orang terdekat terus mendoakan agar segala cita-cita Annisa dapat terkabul dan menjadi berkah untuk sesama.

Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)

---


Mau sekalian aku bikinin versi ucapan singkat buat caption IG/FB + foto, atau versi press release yang lebih formal buat media?

Rabu, 12 Agustus 2026

Meriahkan HUT RI ke-81, Kecamatan Purwasari Gelar Lomba Baris-Berbaris dan Hiburan Rakyat

Karawang | Suarahatirakyat.my.id |Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kecamatan Purwasari menggelar berbagai perlombaan dan hiburan untuk masyarakat. 

Acara puncak yang digelar hari ini diisi dengan Lomba Baris-Berbaris yang diikuti perwakilan dari 8 desa se-Kecamatan Purwasari. Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan rakyat lainnya serta hiburan untuk memeriahkan suasana kemerdekaan di tingkat kecamatan.

Camat Purwasari, H. Nendi Sopandi, S.Kom., P.p., M.M. hadir langsung dan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Dalam sambutannya, Bapak Camat berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memeriahkan HUT RI, tetapi juga bisa menjadi momentum untuk menanamkan kedisiplinan.

"Saya berharap melalui kegiatan seperti baris-berbaris ini, kita bisa menerapkan kedisiplinan kepada LINMAS yang ada di 8 Desa di Kecamatan Purwasari. Karena LINMAS merupakan garda terdepan dari pemerintahan, baik di tingkat Desa maupun Kecamatan," ujar Nendi Sopandi.

Antusiasme warga terlihat tinggi. Masyarakat dari berbagai desa memadati lokasi acara untuk mengikuti dan menyaksikan rangkaian lomba. Diharapkan kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat Purwasari.


Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)